6. KERAJAAN SRIWIJAYA

1.      Kerajaan Sriwijaya
                                Kerajaan Sriwijaya sering dikenal sebagai kerajaan Nusantara yang pertama di wilayah Indonesia. Kerajaan ini muncul pada abad ke-7 M dan dikenal sebagai kerajaan maritim yang kuat.
a.       Bukti keberadaan kerajaan Sriwijaya
1.       Prasasti Kedudukan Bukit (605 Saka=683 M)
                                Prasasti ini berbahasa sanskertayang menyebutka tentang oerjalanan suci (Shidartayatsa) yang dilakukan oleh Dapunta Hyang dari Minangatamwan. Perjalan tersebut berhasil menaklukan beberapa daerah.
2.       Prasasti Talang Tuo (606=648 M)
                                Berisi tentang perbuatan kebun (teman) yang di beri nama srikstra atas perintah Dapunta Hyang Srijayanegara untuk kemakmuran semua makhluk. Dimuat juga doa-doa agama budha Mahayana.
3.       Prasati Talaga Batu (tanpa angka tahun)
                                Prasasti ini berbahasa melayu dan berhuruf pallawa, berisi tentang kutukan-kutukan kepada siapa saja yang tidak tunduk kepada raja. Ditemukan di Telaga Batu dekat Palembang.
4.       Prasasti Kota Kapu (608 Saka=686)
                                Ditemukan di pulau bangka. Prasasti ini berhuruf pallawa dan berbahasa sanskerta, berisi tentang permohonan kepada dewa untuk menjaga kerajaan Sriwijaya dan menghukum siapa saja yangakan bermaksud jahat. Prasati ini juga menyebutkan tentang penyerangan Sriwijaya ke sebuah kerajaan (kemungkinan adalah kerajaan Tarumanegara).
b.      Peran Kerajaan Sriwijaya
1.       Sriwijaya sebagai kerajaan Maritim yang besar
                                Dari bukti-bukti historis yang ada dapat di simpulkan bahwa Sriwijaya merupakan kerajaan maritime yang mampu menguasai dan mengontrol perdagangan di wilayah Nusantara. Perannya sebagai Negara maritim tidak terlepas dari factor-faktor berikut:
a.       Letak Sriwijaya strategis
b.      Sriwijaya mempunyai potensi alam sehingga menarik para pedagang untuk singgah di Sriwijaya.
c.       Keruntuhan kerajaan maritim Funan (di indo Cina) yang awalnya merupakan penguasa perdagangan di kawasan Asia Tenggara.
        Keuntungan Kerajaan Sriwijaya sebagai Negara maritim antara lain:
a.       Bea masuk barang dagangan yang melewati Bandar-bandarnya.
b.      Bea masuk kapal yang melewati wilayahnya dan berlabuh di Bandar-bandarnya.
c.       Upeti persembahan dari para pedagang dan raja-raja taklukan.
d.      Hasil keuntngan dari perdagangan Sriwijaya sendiri.
2.       Sriwijaya sebagai Pusat Agama Budha di Asia Tenggara
                                Sriwijaya merupakan kerajaan budha yang menganut aliran Budha Mahayana. Sebagai pusat agama budha, di Sriwijaya banyak didirikan biara-biara yang didiami oleh ratusan bhiksu. Di Sriwijaya juga didirikan perguruan tinggi yang mengajarkan ilmu dan kebudayaan Budha. Gurunya yang terkenal antara lain Sakyakirti dan Dhamakirti. Sriwijaya juga mengirim bhiksu-bhiksu untuk belajar ke india yaitu ke Nalanda (860 M) yang isinya tentang pembebasan pajak beberapa buah desa agar dapat member nafkah kepada para bhisu dalam sebuah biara yang dibange\un oleh balaputra dewayang merupakan keturunan Mataram dari dinasti Sanjaya yang menjadi raja terbesar Sriwijaya
c.       Kemunduran dan Keruntuhan Sriwijaya
        Pada akhir abad ke-13 M, Sriwijaya telah memngalami kemunduran. Adapun sebab-sebabnya adalah sebagai berikut:
1.       Factor Geologis
                                Terjadinya pendangkalan Sungai Musi yang menyebakan Palembang jauh dari pantai sehingga fungsinya sebagai Bandar penting mengalami kemunduran.
2.       Faktor Politik
a.       Dari sebelah utara Sriwijaya terdesak oleh Siam yang melakukan ekspansi ke selatan yaitu daerah-daerah sebelah utara Malaya.
b.      Dari sebelah timur Sriwijaya terdesak oleh Singasari dengan rajanya Kartanegara.
3.       Factor ekonomis
a.       Perdagangan Sriwijaya mengalami kemunduran.
b.      Banyak daerah bawahan yang melepaskan diri sehingga mengurangi sumber pendapatan Negara.